Musik Dangdut dan Tarian Erotis
Aku ingat … dulu … dulu … sekali ada pertunjukan musik dangdut di lapangan dekat rumahku. Saat itu aku kelas 2 SMP. Ya, masih imut-imutnya gitu …
Lepas maghrib, aku dan teman-temanku bersiap nonton pertujukan itu. Tahukah apa yang kami lakukan? Kami nonton di bawah panggung yang terbuat dari susunan kayu sehingga ada lobang-lobang yang tembus ke atas tempat para biduan menyanyikan lagu dangdut dan bergoyang. TUJUANNYA yaitu agar KAMI BISA NGINTIP ROK PENYANYI TERSEBUT DAN MELIHAT SEDIKIT PEMANDANGAN CELANA DALAMNYA. hahaha
Ternyata, saudara, yang melakukan hal tersebut bukan cuma kami (gerombolan anak kecil yang iseng) tetapi juga orang-orang yang usianya jauh di atas kami. Malah ada bapak-bapak dan kakek-kakek yang ikut MENIKMATI PEMANDANGAN di bawah panggung tersebut. hehehe … mungkin bapak-bapak tersebut bosan dan pengin cari suasana lain ya
Tapi … itu dulu … dulu sekali …
Kalau sekarang seh artis dangdut cukup pengertian dengan mempertontonkan AURAT-nya secara suka rela dan (maaf) tak punya malu. Malah tayangan musik dangdut kadang ditayangkan secara LIVE di stasiun tv dimana adik-adik kita dan anak kita belum tidur. Kadang aku sebagai bapak yang mempunyai anak kecil merasa halus mengelus dada dan prihatin ketika anakku (laki-laki umur 3,5 tahun) ikut menyaksikan acara YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB tersebut.
Bukan cuma dandanan ARTIS DANGDUT yang menggoda iman dan amin. Tetapi juga goyangan dan suara vokalnya yang penuh desahan kadang membuat aku risi dan salah tingkah kalau nonton berdua dengan istri tercinta.
Pertanyaan :
Apakah musik dangdut identik dengan Tarian Erotis, Dandanan Seronok yang cenderung mengundang SYAHWAT LELAKI NORMAL?
Alangkah bagusnya kalau tontonan bisa menjadi tuntunan untuk berprilaku yang baik sesuai dengan ADAT KITA SEBAGAI ORANG TIMUR. Dan untuk artis musik dangdut, mencari rejeki Allah SWT tidak harus dengan menjual kehormatan diri dan menghalalkan segala cara agar ngetop dan punya banyak penggemar/fans. Masih banyak cara lain yang lebih terhormat!!!
Waspadalah … waspadalah … pada GODAAN SETAN YANG TERKUTUK