Jadi Musuh AS dan WHO

Posted on March 25, 2008. Filed under: Berita Media | Tags: |

MENTERI Kesehatan Siti Fadilah Supari bikin ulah. Dia membuat gerah Word Health Organization (WHO) dan pemerintah Amerika Serikat (AS). Fadilah –panggilan akrabnya– mengaku berhasil menguak konspirasi AS dan badan kesehatan dunia, dalam mengembangkan senjata biologi. Senjata ini berbahan baku dari virus flu burung atau sering disebut Avian Influenza (AH5N1).Pengembangan virus mematikan ini berawal, saat virus flu burung menyebar dan menghantui dunia, diantaranya di Indonesia. Kondisi seperti itu dimanfaatkan negara-negara maju untuk memproduksi vaksin. Anti virus itu dijual ke pasaran dengan harga mahal. Termasuk, dijual ke negara berkembang seperti Indonesia.Kejahatan AS dan WHO ini tertuang sekilas dalam sebuah buku yang dirilis Fadilah, dengan judul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung. Menurit Fadilah, isi buku itu menceritakan pengalamannya selama menjabat sebagai menkes.

Menurut dia, konspirasi dilakukan negara adikuasa dengan cara mencari kesempatan dalam kesempitan pada penyebaran virus flu burung. “Saya mengira mereka (AS dan WHO) mencari keuntungan dari penyebaran flu burung, dengan menjual vaksin ke negara kita,” paparnya.

Dengan tulisan ini, Fadilah sempat mendapat protes dari petinggi WHO. Meski demikian, Fadilah tidak menanggapinya. “Kalau merasa gerah, monggo mawon. Betul apa tidak mari kita buktikan,” ajaknya.

Setelah mendapat protes itu, Fadilah justru menambah nilai minus WHO. Dia menganggap otorisasi dunia itu telah membuat warga Indonesia menjadi gerah, kelaparan, dan miskin. Kecurangan negara maju itu akan terus disikapi Fadilah, dengan rencana menerbitkan buku jilid keduanya.

Buku ini juga pengalaman pribadinya saat dia mengirimkan sampel virus ke AS. Tapi, setelah kembali ke Indonesia, virus itu tinggal kelontongannya. “Kami tidak menyangka kalau “George Bush” telah mengubah-ubah kiriman virus itu,” bebernya.

Dengan kehadiran buku itu, pernah Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) memintanya menarik buku tersebut. Tapi, Fadilah enggan menariknya. Sebab, bukunya sudah terjual habis. “Pemerintah sempat dijanjikan peralatan militer berupa senjat berat atau tank, jika menarik buku ini. Tapi, kami tidak mau,” tandasnya.(un/tej)

http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=202710&c=108


Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Recently on Jiwa Damai Indonesia...

Pengusaha Tiongkok Lirik Salak Organik

Posted on March 25, 2008. Filed under: Berita Media |

Koruptor Lebih Jahat dari Teroris

Posted on March 25, 2008. Filed under: Berita Media | Tags: |

Musik Dangdut dan Tarian Erotis

Posted on March 25, 2008. Filed under: Bebas Lepas | Tags: |

Aku ingin menjadi Rumput Ilalang

Posted on March 25, 2008. Filed under: Bebas Lepas |

Kenapa Aku pengin nulis BLOG

Posted on March 25, 2008. Filed under: Serba Gratis | Tags: |

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...